Selasa, 07 Februari 2012

Shoting Scripct Media Pembelajaran Bahasa Indonesia


 
Kompetensi Dasar       : 12.2 Menulis teks berita secara sing­kat, padat, dan jelas
Kelas/semester            : VIII/2
Sinopsis
            Narator menjelaskan KD yang akan dibelajarkan. Narator memberikan penjelasan sekilas tatacara penulisan berita secara umum kemudian mengerucut pada pemanfaatan media audio visual dalam pembelajaran menulis teks berita. Narator menjelaskan bahwa di dalam video akan ditayangkan seorang wartawan/ pewawancara yang mewawancarai pemanen buah rambutan, pedagang buah rambutan, dan pembeli. Video ini akan menjadi bahan dalam penulisan teks berita dengan tema “musim panen rambutan”.
Setelah penayangan wawancara selesai, narator kembali lagi untuk mempersilahkan siswa untuk memulai mengerjakan tugas menulis teks berita.

Shoting Script
No.
Visual
Kamera
Audio/ Narasi
1.
Pembukaan
Medium
Media Pembelajaran Bahasa Indonesia
untuk Kelas VIII Semester 2
2.
Judul
Gambar buah rambutan
Musim panen rambutan
3.
Standar Kompetensi:                                   12 Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks berita, slogan/poster
Kompetensi Dasar:
12.2 Menulis teks berita secara sing­kat, padat, dan jelas
1.      Gambar buah
2.      Gambar pohon rambutan
3.      Gambar orang berjualan rambutan
Instrumen-instrumen

5.
Narator
Medium – close up
Assalamu’alaikum anak-anak,
Dalam pembelajaran berikut ini, kamu akan diajak untuk menguasai kompetensi dasar menulis berita secara singkat, padat, dan jelas. Jelas kompetensi dasar ini penting untuk dikuasai agar kamu memiliki bekal jika suatu saat nanti kamu memilih profesi sebagai wartawan atau jurnalis.
Orang yang profesinya mencari dan menulis berita disebut wartawan atau jurnalis. Berita ditulis secara objektif (apa adanya) dan lugas. Selain itu, wartawan akan memburu berita yang baru saja terjadi atau berita terkini (aktual). Peristiwa-peristiwa yang disajikan dalam berita adalah kejadian-kejadian yang berhubungan dengan politik, ekonomi, sosial, budaya, kriminalitas, olahraga, hobi dan sebagainya.
Untuk menulis berita kamu dapat berpedoman pada adik simba ((apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana) atas peristiwa yang sedang kamu amati.
Secara garis besar menulis berita dapat dilakuan melalui tiga tahap, yaitu:
1. Penulisan garis besar berita dengan berpedoman adik simba.
2. Menulis berita bedasarkan garis besar berita dan pola piramida terbalik.
3. Menyunting naskah berita.
Dalam menulis berita kita dapat menemukan bahannya dari berbagai hal dan peristiwa. Misalnya dari video yang menyajikan suatu peristiwa.
Berikut ini kalian akan menyaksikan tayangan yang dapat dijadikan bahan dalam menulis teks berita.
Selamat menyaksikan!
6.
Wartawan
Medium-Long shot
Beberapa minggu terakhir, para pemilik pohon rambutan maupun pedagang rambutan merauk keuntungan besar karena musim panen rambutan telah tiba.
7.
Wartawan
Medium – close up
Pemirsa, mari kita wawancarai salah seorang pemanen buah rambutan di desa Patemon, Gunungpati.
8.
Wawancara dengan pedagang dan pemilik pohon rambutan
Medium – close up
“Permisi Pak, boleh  minta waktunya sebentar?”
“Ya. Apa yang bisa saya bantu?”
“Saya ingin mengetahui keuntungan bapak dengan datangnya musim panen rambutan ini. Bisa dijelaskan?”
“Saya mendapat untung berlipat semenjak datangnya musim panen rambutan ini. Apalagi buah ini tergolong buah rakyat karena dengan harga cukup murah, yaitu 5.000 rupiah saja sudah bisa mendapatkan satu dompol buah ini. Jadi semua orang bisa menikmatinya dan banyak pula peminatnya.”
“Oh begitu ya, terima kasih Pak atas waktunya.”
“Sama-sama.”
“Demikian wawancara saya dengan salah seorang pedagang buah rambutan di pasar Mranggen. Mari kita wawancara dengan para pembeli buah rambutan.”

Medium – close up
“Saya ingin mengetahui keuntungan bapak dengan datangnya musim panen rambutan ini. Bisa dijelaskan?”
“Ya, tentu. Panen yangbenar-benar pada musimnya ini sangat menguntungkan bagi saya. Dengan 10 pohon saja yang saya miliki saya bisa mendapat omset 500.000 rupiah per pohonnya. Bisa Anda bayangkan kan keuntungan yang saya dapat. Dan buah rambutan ini ka tidak memerlukan perawatan yang serius dan cara memanennya pun mudah.”
“Wah, lumayan ya. Nanti saya boleh ikut mencicipi rambutannya?”
“Boleh. Silahkan.”
“Terima kasih Pak.”
“Sama-sama.”
“Demikian wawancara saya dengan salah seorang pemilik pohon buah rambutan. Mari kita wawancara dengan pedagang yang menjual buah rambutan ini.”
11.
Narator
Medium
Anak-anak kalian telah menyaksikan tayangan wawancara seorang wartawan dengan pedagang dan pembeli buah rambutan.
Sekarang setelah melihat tayangan tersebut kalian diharapkan mampu menulis teks berita dengan singkat, padat, dan jelas.
Terima kasih…
12.
Slide gambar penjual rambutan
Medium
-     Daftar nama kelompok
-     Ucapan terima kasih
13.
Penutup.
Slide gambar-gambar buah rambutan dan pohonnya.
Medium
Musik instrumen

Sutradara                                                                                 : Muslich
Penulis naskah, wartawan, tata suara, dan editor video         : Imam Fitrin
Pedagang dan pemilik pohon rambutan                                  : Sholihuddin
Narator                                                                                    : Nur Ula Fahman Habibi
Kameramen                                                                             : Ahmad Zainul Wafa
Pembantu umum                                                                     : Ulin Nuha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar